"Pihak dari Disdik Jabar ini tidak menguasai sistem! Akibat ketidakpahaman tersebut, pelaksanaan PCMB tahun ini menjadi semrawut dan menyusahkan masyarakat," kata Dedi Mulyadi.
Meski sistem aplikasi di lapangan karut-marut dan kerap mengalami gangguan teknis, Dedi Mulyadi mengklaim bahwa sejauh ini proses seleksi masih berjalan jujur. Pihaknya memastikan belum menemukan adanya indikasi kecurangan atau praktik "titip-menitip" siswa dalam sistem pemetaan calon murid baru tersebut.
Sebagai langkah solutif ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji tidak akan tinggal diam. Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi total dan perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan pendaftaran sekolah ini agar kekisruhan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.