Filosofi Dedi Mulyadi Naik Angkot ke PA Purwakarta dan Jabat Tangan Istri yang Gugat Cerai

Agus Warsudi
Dedi Mulyadi menggunakan angkot saat datang ke PA Purwakarta untuk menghadiri sidang gugatan cerai istrinya. (FOTO: iNews/IRWAN)

Bagi Kang Dedi, orang harus sabar melewati ujian hidup dengan baik dan menerimanya secara lapang dada. “Jadi, orang yang menghina, mencaci maki, membenci, menghujat, merendahkan itu, adalah guru loh karena sedang mengajar kita,” ucapnya.

Kang Dedi mengasumsikan sebuah samurai yang terus diasah akan semakin tajam. Asahan samurai berada di dalam sarungnya sehingga setiap ditarik keluar secara otomatis akan terasah dan semakin tajam.

Bisa jadi, kata Kang Dedi, hidup seseorang sama dengan samurai, yakni diasah oleh orang terdekat, sehingga selalu menikmati setiap asahan hidup.

“Hampir 20 tahun saya menikmati asahan itu, makin tajam, makin tajam. Dari ketajaman itu lahirlah intuisi, lahirlah kepekaan, lahirlah banyak orang yang tertolong,” ujar Kang Dedi.

Setiap peristiwa, tutur Kang Dedi, selalu ada hikmah di baliknya. Maka, jangan sampai membenci kepada yang membenci. Justru sebaliknya harus menyayangi yang membenci karena itu adalah sebuah batu asahan agar diri lebih tajam.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sidang Gugatan Cerai Anne Ratna Dihadiri Dedi Mulyadi

57 tahun lalu

Alasan Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mustika: Hak-Hak Istri Tidak Terpenuhi

57 tahun lalu

Disalami Dedi Mulyadi, Anne Ratna Mustika Dingin Sambil Main HP di PA Purwakarta

57 tahun lalu

Sidang Cerai Bupati Purwakarta, Anne Bocorkan Alasan Gugat Dedi Mulyadi

57 tahun lalu

Bupati Purwakarta Tak Ingin Lagi Dipanggil Ambu tapi Neng Anne, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal