"Kami masih menyelidiki untuk menentukan apakah pria bersenjata itu bertindak sendiri (atau bersama orang lain). Penyelidikan sedang berlangsung. Indikasinya, tidak ada orang lain yang terlibat (dalam aksi penembakan brutal itu) dan tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap keselamatan publik," kata Kepala Inspektur Ghalib Bhayani dari pasukan Royal Canadian Mounted Police (RCMP) regional saat konferensi pers.
Polisi menggambarkan sosok tersangka sebagai pria kulit putih dengan pakaian terusan dan kaus oblong. Penembak dan para korban telah diidentifikasi tetapi polisi belum merilis informasi itu.
Sementara itu, Reuters melansir, penembakan terjadi setidaknya di lima lokasi berbeda di seluruh Kota Langley. Polisi telah meminta masyarakat untuk tetap berada di luar sejumlah area, termasuk tempat parkir kasino dan halte bus.
Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan darurat untuk beberapa penembakan. Korban para gelandangan di wilayah Langley. Namun, Sersan David Lee dari tim investigasi pembunuhan RCMP mengaku tidak dapat memastikan bahwa para korban adalah gelandangan.
Petugas masih berusaha untuk menentukan apakah para korban memiliki hubungan dengan pria bersenjata itu. Seorang saksi mata Reuters melihat dua SUV hitam, mirip dengan yang digunakan oleh tim tanggap darurat polisi, di parit dekat salah satu lokasi penembakan.
Satu kendaraan memiliki lubang peluru di kaca depan. Penembakan jauh lebih jarang terjadi di Kanada daripada di Amerika Serikat. Kanada memiliki undang-undang senjata yang lebih ketat daripada tetangga selatannya. Orang Kanada diizinkan memiliki senjata api selama mereka memiliki lisensi.
Salah satu penembakan massal terburuk di Kanada terjadi pada 2020. Seorang pria bersenjata yang mengendarai mobil polisi palsu dan menembak 13 orang dan membunuh sembilan lainnya dalam kebakaran yang dia lakukan di Portapique, Nova Scotia.