"Karena anak tersebut tidak bisa diajak komunikasi lantaran, tuna rungu," ujar Yani kepada wartawan.
Yani menambahkan, setelah mengetahui kejadian tersebut, maka dalam waktu dekat ini, P2TP2A Kabupaten Sukabumi, akan mengunjungi korban secepatnya.
"Alhamdulillah kondisinya sekarang korban sudah berangsur pulih. Seperti tidak demam dan kukunya tidak lagi bengkak dan berdarah. Malah sudah main lagi. Insya Allah akan mengunjungi korban secepatnya," ucapnya.