"Kondisi korban memang dicabut kuku jari kakinya, selain itu ada luka sundutan rokok pada bagian bibirnya. Siang tadi sudah melapor ke sini didampingi pamannya," ujar Deni menambahkan.
Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan, mengaku sangat prihatin terkait kasus kekerasan yang menimpa seorang bocah yang dilakukan orang tidak dikenal. Selain terdapat luka sundutan rokok, kuku jari kaki korban juga dicabut.
"Saya sangat prihatin dengan keadaannya. Kalau memang itu korban kekerasan. Iya, harus dicari siapa pelakunya dan harus sampai dapat," ujar Yani.
Menurut istri dari Bupati Sukabumi ini, dia sudah melakukan konfirmasi kepada istri kepala desa. "Iya, ternyata benar jawabanya dan sesuai dengan apa yang disampaikan pada media," ujarnya.
Sewaktu dirinya melakukan konfirmasi kepada istri kepala desa, mereka tidak mengetahui siapa pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak disabilitas tersebut.