Warga hanya mengetahui kalau DA memiliki aktivitas sebagai pengemudi ojek online berangkat siang dan pulang hingga larut malam. Di rumah kontrakan itu, DA tinggal bersama istri dan empat anaknya.
“Istri terduga teroris itu juga memakai cadar dan hampir tidak pernah keluar rumah kontrakan ataupun berbincang dengan para tetangga,” katanya.
Tardi mengaku hampir mayoritas tetangga tidak mengetahui DA terlibat dalam kasus apa, sehingga ditangkap polisi. Sebab, meski hidup bersebelahan namun terduga teroris itu tidak pernah sedikitpun melakukan komunikasi.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat mulai ketua RT dan RW Kampung Babakan yang hendak dikonfirmasi awak media merasa keberatan dimintai keterangan. Mereka takut disangkut pautkan dengan persoalan terorisme.