"Sedangkan bus pariwisatiwa PO CTU bernomor polisi B 7701 TGA itu laik jalan. Lokasi jalan lurus, menurun, dan beraspal basah. Saat itu, cuaca mendung dan arus lalu lintas sedang. Di lokasi kejadian tidak terdapat PJU (penerangan jalan umum) dan agak jauh dari pemukiman penduduk," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Kabid Humas Polda Jabar menuturkan, bus pariwisata PO CTU nopol B 7701 TGA yang dikemudikan sdr Dedi Kurnia Ilahi membawa 59 penumpang terdiri atas guru SDN Sayang dan keluarganya. Mereka hendak berwisata ke Pangandaran.
"Bus berangkat dari Jatinangor membawa 59 penumpang menuju Pangandaran. Sesampainya di tempat kejadian, pengakuan sementara pengemudi dalam keadaan mengantuk sehingga kendaraan tersebut hilang kendali mengarah kekiri. Kemudian terperosok ke dalam tebing sedalam kurang lebih sepuluh meter," tutur Kabid Humas.
Sementara itu, Berdasarkan kesaksian korban, sebelum kecelakaan terjadi, laju kendaraan sangat kencang. "Saya kebangun jam 00.30 WIB. Saya lihat, (sopir) bawa mobilnya (bus) bener-bener kencang. Saya sedikit tidur. Pas mau tidur lagi, terasa banget jatuhnya (bus ke jurang). Badan kerasa ada air sampai setengah badan karena posisi saya ada dibelakang. terus cari keluarga yang yang bisa diselamatkan. keluar lewat kaca yang bolong dibantu warga," kata Erika Pratiwi, guru SDN Sayang.