Dituding Ditunggangi Kepentingan Politik, Guru Besar UPI: Kami Suarakan Nurani

Agung Bakti Sarasa
Mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi mengkritik matinya demokrasi di Indonesia di seputaran Tugu Yogyakarta. (foto: iNews.id/Gunanto Farhan)

Menurutnya, jika suara dari sivitas akademika ini dipandang sebagai politik praktis, lantas bagaimana akan ada koreksi pada para pemimpin. Justru yg harus dikritisi adalah pidato-pidato sejumlah rektor yang isinya mirip-mirip dan patut diduga dikendalikan kekuasaan. 

"Ini yang harusnya dikritik. Kampus dipolitisasi oleh pidato-pidato rektor yang lucu. Sebenarnya kalau aspirasi guru besar dipandang politik praktis, apa tidak sebaliknya justru yang mengkritik kami melakukan politik praktis? Silakan publik yang menilai. Justru seharusnya semua elemen berintropeksi diri agar kita belajar menjadi negarawan bukan partisan,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

57 tahun lalu

Guru Besar UIN Palopo Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lecehkan Mahasiswi

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Terungkap! Peneror Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Mengaku Polisi, Ini Ancamannya

57 tahun lalu

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Lewat Telepon, Diancam Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal