"Apabila dalam pengereman terlalu cepat dan sering mungkin akan panas sehingga barang apapun ketika panas akan memuai dan tidak berfungsi," kata Rudi di TKP, Minggu 11 Februari 2018.
Sebelumnya diberitakan Bus pariwisata (Premium Class) Nopol F 7959 AA ini berangkat dari Ciputat, Jakarta melewati Tol Cipularang dan mampir di daerah Tangkuban Perahu Lembang kemudian turun ke Ciater. Namun, dalam perjalanan bus mengalami kecelakaan dan sempat menabrak pengemudi kendaraan roda dua dan terguling. Akibat kecelakaan itu, bus yang membawa 52 penumpang tersebut menewaskan 27 orang, 22 luka berat, dan 7 orang mengalami luka ringan.
"Pengecatan bekas rem tapal batas pengereman itu sebagai bukti stasioner yang melekat di jalan atas ban akibat adanya upaya supir untuk melakukan penghentian kendaraan. Itu diukur dari titik awal hingga akhir berapa lama dia (sopir) mengerem, bisa di pastikan upaya itu dilakukan sekian lama," ucapnya.