BANDUNG, iNews.id - Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) melakukan pemeriksaan terhadap bangkai kendaran bus maut yang merenggut 27 korban meninggal. Bus nahas itu terguling di Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater, Subang, Jabar atau di Tanjakan Emen.
Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik mengatakan, pemeriksaan dilakukan guna melengkapi informasi penyelidikan kecelakaan tersebut. "Kami dari Dishub melihat fosil kendaran dan penguji siap melaksanakan tugas. Nanti dipastikan apa hasilnya. Sekarang dilakukan pemeriksaan," kata Dedi, di Bandung, Senin (12/2/2018).
Dia mengaku, tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan. Akan segera dipastikan, kata dia, penyebab kecelakaan melalui pemeriksaan lengkap di lapangan. Namun, Dedi menerangkan, bus terguling tersbeut telah melakukan uji KIR terakhir kali 5 April 2017 di Bogor, Jabar.
"Akan diperiksa KIR dan melihat hasil olah TKP. Apakah faktor kendaraan atau cuaca karena kejadiannya sore hari," ucapnya.
Sebelumnya, Kasubdit Laka Korlantas Mabes Polri Kombes Polisi Djoko Rudi mengatakan, sebelum terguling bus pariwisata dengan nomor polisi F 7959 AA itu melaju dalam keadaan oleng di Tanjakan Emen. Menurutnya, supir bus berupaya menahan laju kendaraan dengan melakukan pengereman. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) polisi memberikan tanda putih pada jejak ban bekas upaya pengereman.