Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, PIM merupakan upaya pihaknya memfasilitasi anak muda untuk mendorong nilai ekonomi pertanian. Menurutnya, dengan kebersamaan, program ini dipastikan bisa berjalan dengan baik.
"Insya Allah masa depan cerah dengan kebersamaan. Tugas saya sebagai pemimpin adalah memfasilitasi, ada ekonomi yang tahan banting, yaitu ekonomi pangan. Ini tidak terpengaruh disrupsi, ini sudah jadi pilhan yang benar. Bedanya kita dengan orang tua kita, mengurusi pangan harus keren," tutur Ridwan Kamil.
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, PIM memiliki kelebihan, yakni para pembudidaya ikan milenial bisa multitasking karena tidak harus setiap jam mengurusi tambak dan bisa melakukan kegiatan positif lain.
"Prosesi menanam ikan itu enak banget, dulu saya arsitek tiap jam harus narik garis. Pembudidaya yang penting aman dan terkendali," katanya.
Direktur PT Agro Jabar, Kurnia Fajar menjelaskan, model bisnis yang dirumuskan DKP Jabar, yakni menggandeng pihaknya sebagai off taker sekaligus investor pembangunan capex (capital expenditure) berupa kolam bioflok beserta aerator dan peralatan pembudidaya ikan lainnya dengan mekanisme pemanfaatan barang milik daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.