“Kami juga bukan untuk kepentingan pribadi bu. Makanya bu, kata saya kita berbagi. Tapi tolong direalisasikan,” timpal pengajar itu.
Lelah terus didesak, mantan Wali Kota Surabaya itu seketika langsung sujud di kaki pengajar perempuan itu. Setelah itu, Risma pun langsung dibangkitkan oleh Staf Kementerian Sosial, sementara pengajar perempuan itu terus berbicara.
Suasana semakin tak kondusif dan para pengajar tersebut terus membahas soal hibah lahan. Risma pun meminta kepala sekolah untuk ikut menjelaskan dan menenangkan suasana, tetapi pengajar lain tak fokus dan terus menuntut kepada Risma.
“Bu Menteri sama-sama melayani masyarakat, begitupun saya sebagai kepala sekolah,” kata kepala sekolah.
Melihat suasana yang semakin tak kondusif, Risma juga meminta pengajar perempuan itu agar tenang. Risma menjelaskan, bahwa dirinya tak bisa mengabulkan hibah lahan yang dimaksud karena memikirkan masa depan anak-anak disabilitas pascalulus dari SLB.