Aksi demo tersebut juga merusak mobil dinas Bagian Operasi (Bagops) Polrestabes Bandung bertuliskan Mobile Covid-19 Hunter. "Kami berlakukan SOP (standar operasional prosedur). Setelah tiga kali pelemparan, akhirnya kita pukul mundur mereka," kata Kapolrestabes.
Disinggung tentang kelompok Anarko, Kapolrestabes Bandung menegaskan, yang pasti kelompok perusuh itu bukan buruh dan mahasiswa. "Mereka (kelompok perusuh) dipastikan bukan massa buruh, bukan massa mahasiswa. Kami tidak menyampaikan itu (Anarko). Sekarang masih kita dalami," kata Kapolrestabes.
Antisipasi pengamanan unjuk rasa yang rencana akan kembali digelar oleh mahasiswa dan buruh pada Rabu (7/10/2020), Polrestabes Bandung tetap memberikan pengawalan.
"Ya selama itu buruh, mahasiswa kami layani semuanya. Yang namanya mereka menyampaikan aspirasi, ya kami layani. Ya kami tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan demonstrasi. Kami kawal masyarakat yang demo selama itu tidak anarkistis. Kalau anarkistis, kami lakukan tindakan tegas dan terukur," kata dia.
Menurut Kombes Pol Ulung, aksi unjuk rasa mahasiswa dan buruh berlangsung kondusif. Setelah beroperasi menyampaikan aspirasi mereka bubar dengan tertib. "Buruh bagus, kondusif. Tadi bagus. Mahasiswa juga," ucap Kombes Pol Ulung.