Dedi optimistis, dinamika politik yang terjadi jelang masa pendaftaran di KPU tidak akan mengubah haluan Golkar-Demokrat dalam mengusung Duo DM. Menurut dia, dalam berpolitik diperlukan konsistensi sikap. Sebab, jika konsistensi selalu berubah akan merugikan masyarakat.
"Politik itu diperlukan konsistensi sikap. Tidak boleh sikap politik kita setiap hari berubah. Karena kesetiaan kita pada pasangan menunjukkan konsistensi kita pada masyarakat. Kalau pada pasangan kita saja berubah setiap saat, tidak mau mengambil keputusan dengan cepat bagaimana kesetiaan kita pada masyarakat," beber dia.
Menurut Dedi, konsistensi politik juga mencerminkan integritas seorang pemimpin. Karena itu, kesetiaan terhadap pasangan harus tetap terjalin hingga akhir.
"Secara pribadi sudah memastikan diri untuk berpasangan dengan Deddy Mizwar. Saya ingin memperlihatkan integritas saya. Dari awal, kalau saya sudah dipasangkan dengan orang lain dan berjanji berpasangan, saya pantang untuk mundur," tandas dia.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Jabar MQ Iswara mengatakan, sejumlah pengurus partai baru menggelar rapat pleno terkait persiapan deklarasi Dua DM itu. DPP telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk Dedi Mulyadi yang akan menjadi bakal cagub atau cawagub.
Dengan keluarnya surat rekomendasi itu, tentu DPD Golkar akan mempersiapkan deklarasi pasangan cagub dan cawagub dari Golkar.