Dedi Mulyadi: Pajak Hasil Pertanian Akan Membuat Hidup Petani Semakin Sengsara

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengkritik penerapan pajak hasil pertanian. (FOTO: ISTIMEWA)

Pemerintah, ujar Kang Dedi, seharusnya melihat data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2016. Terdapat lima juta keluarga meinggalkan usaha pertanian. Kondisi itu, menunjukan usaha pertanian tidak banyak memberkan nilai tambah. 

“Kalau sekarang kembali dipajak hasil pertaniannya, semakin tidak diminati usaha ini (pertanian). Malah ditinggalkan," ujar mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.

Kang Dedi menuturkan, sektor pertanian ini sangat strategis dalam membangun ketahanan pangan bangsa. Para petani bekerja menyiapkan kebutahan pangan jutaan orang,. Jangan sampai, kondisi mereka diperlemah yang akan berimbas kepada ketahanan pangan bngsa pu lemah.

Petani, tutur Kang Dedi, harus dijaga, dilindungi, dan diperkuat agar mereka tetap semangat untuk berproduksi. Kalau, saat ini hasil usaha minim dipungut pajak, lalu mereka lari cari usaha lain. Kebutuhan pangan ini harus benar benar diproyeksikan mandiri dan diusahakan agar tidak semua bergantung impor. 

Pertanian yang bisa dihasilkan di dalam negeri harusnya maksimalkan dengan pengembangan strategi pertanian yang tepat. “Kadang pemerintah sendiri yang sisi perencanaanya dan pemetaan komoditas lemah. Makanya, harga komoditas pertanian, seperti sayuran mudah jatuh. Rentan terpuruk,” tutur Kang Dedi.

Kang Dedi berharap, pemerintah menunda atau membatalkan aturan pajak hasil pertanian agar penghaslan petani tidak terus tergerus,. “Saya ini keliling menemui petani padi, sayuran, Seperti petani padi di Karawang, saat panen sekaraang banyak kena hama. Haga sayuran bagus sebelum lebaran, kini jatuh lagi. Fluktuatif sekali,” ucapnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Nangis Dengar Kisah Pelajar SMK di Purwakarta Jadi Tukang Sapu

57 tahun lalu

Lahan Perhutanan Sosial di Karawang Jadi Tempat Buang Limbah B3, Dedi Mulyadi Kaget

57 tahun lalu

Bertemu Crazy Rich Grobogan Joko Suranto, Dedi Mulyadi: Mas Gak Nyalon Gubernur Jateng Kan?

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Cium Kaki Kakek Petani di Cibingbin Kuningan, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Pilu, Ibu asal Tanjung Priok Jakarta Ini Curhat ke Dedi Mulyadi, Dianggap Najis oleh Anak Kandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal