Dedi Mulyadi Buka Suara soal Kebijakan Rombel Digugat 8 Organisasi Sekolah Swasta

Agus Warsudi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons gugatan sekolah swsta terkait kebijakan rombongan belajar. (Foto: Dok.iNews)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi merespons gugatan yang dilayangkan 8 organisasi sekolah swasta atas kebijakan rombongan belajar (rombel) 50 siswa per kelas. Dedi Mulyadi mengaku tak keberatan dengan gugatan tersebut.

“Gugatan PTUN kan hak setiap orang untuk melakukan gugatan. Bagi saya sangat berbahagia digugat. Itu mencerminkan bahwa Gubernur Jawa Barat bekerja,” kata Dedi di sela-sela kegiatan menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, Industri (KSTI) 2025 di Gedung Sabuga Bandung, Kamis (7/8/2025).

Dedi menyatakan kebijakan dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 tanggal 26 Juni 2025 tentang tentang petunjuk teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah melalui Penambahan Rombongan Belajar (Rombel) itu, merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pelajar putus sekolah.

Dia mengklaim puluhan ribu siswa yang diselamatkan oleh kebijakan itu. “Di situ ingat lho, yang digugat itu adalah upaya Gubernur Jawa Barat untuk menyelamatkan anak putus sekolah. Yang kami selamatkan hari ini adalah 47.000 orang yang bisa bersekolah di sekolah pemerintah free. Bahkan kami di perubahan anggaran juga akan menyiapkan pakaian sepatu buat mereka,” ujar Dedi.

“Kalau hari ini saya mendapat gugatan, ya nggak ada masalah. Ya kami hadapi. Kami hormati gugatan itu hak setiap warga negara,” tuturnya.

Dedi mengatakan, berdasarkan data, tren penerimaan siswa baru di sekolah swasta mengalami penurunan dalam beberapa tahun kebelakang. Namun meski mengalami penurunan, jumlah sekolah swasta justru bertambah.

“Tren penerimaan siswa baru di sekolah swasta itu memang mengalami penurunan dalam 3-4 tahun terakhir. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, sekolah swasta tumbuh, bertambah," ucap Dedi.

Dedi menyatakan, tahun ini jumlah sekolah swasta tambah 60 lebih. "Nah nanti kami lihat, dipetakan. Apakah sekolah-sekolah swasta yang hari ini mengalami penurunan murid itu disebabkan karena rekrutmen yang ditambah di sekolah negeri atau tidak. Kan itu belum tentu,” ujarnya.

Saat ini, tutur Dedi, Pemprov Jabar tengah melakukan percepatan proses pembangunan ruang kelas baru di sekolah negeri untuk memuat siswa 50 orang dalam satu kelas.

Selain itu, tutur dia, Pemprov Jabar juga berencana membangun lima sekolah baru  di beberapa daerah pada 2026. Seperti, di Kota/Kabupaten Bekasi, Kota/Kabupaten Bogor, dan Kota/Kabupaten Bandung.

Menurut Dedi, alasan membangun sekolah baru di beberapa daerah di Jabar itu, karena jumlah sekolah negeri sedikit.

“Kenapa itu terjadi? Karena selama ini, mohon maaf ya, pemerintah terdahulu tidak memprioritaskan pendidikan. Tidak membangun ruang kelas baru. Tidak membangun sekolah baru. Di tahun 2020, itu di data yang ada, tidak satu pun sekolah yang dibangun oleh pemerintah provinsi,” tutur Dedi.

Diberistakan sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung menggelar sidang perdana gugatan yang dilayangkan 8 organisasi sekolah swasta terhadap kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi soal rombel 50 siswa per kelas.

Dalam sidang perdana itu, majelis hakim memeriksa objek sengketa dan melakukan proses dismissal.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sidang Perdana Gugatan 8 Organisasi Sekolah Swasta, PTUN Bandung Periksa Objek Sengketa

57 tahun lalu

Sidang Gugatan 8 Organisasi Sekolah Swasta ke Dedi Mulyadi Digelar Besok

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Digugat 8 Organisasi Sekolah Swasta ke PTUN soal Rombel 50 Siswa

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Siapkan Bonus jika Persib Juara Liga: Ada Tenang Aja!

57 tahun lalu

Persib Selangkah Lagi Juara, Ini Pesan Dedi Mulyadi ke Bobotoh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal