Kemudian saat dirawat di rumah sakit ternyata kondisinya sudah parah karena ada komorbid. “Kasus kematian itu kadang-kadang karena keterlambatan dari pihak keluarga ataupun yang lainnya untuk melaporkan kepada tim kesehatan,” ujarnya.
Ngatiyana memastikan, Pemkot Cimahi akan mengoptimalkan pelaksanaan PPKM hingga 8 Februari mendatang. Setelah itu baru akan menunggu petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah terkait rencana PPKM mini/mikro sampai tingkat kelurahan atau RW dan RT.
“Kalau memang itu perlu dilanjutkan (PPKM) mikro, mungkin diubah sedikit polanya. Sekarang juga jajaran RW, hansip, dan sebagainya sudah turut serta dalam penanganan pencegahan terhadap Covid-19 di wilayahnya masing-masing," tutur Ngatiyana.
Menurut plt Wali Kota Cimahi, dengan positivity rate yang masih tinggi, masyarakat diminta tetap mematuhi kebijakan pemerintah. Seperti menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.
"Cimahi dapat apresiasi dari Gubernur dalam kesadaran menggunakan masker yang mencapai 84 persen. Itu harus dipertahankan dan terus ditingkatkan, agar kasus Covid-19 terus turun," pungkasnya.