Pada saat pemerintahan kolonial Belanda, sapi perah sesmpat diimpor secara bergelombang dan masuk ke kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pertimbangannya, di lokasi yang bercuaca dingin itu sangat untuk dibudi dayakan. Lembang dipilih menjadi daerah pertama di Hindia Belanda untuk membudidayakan sapi perah. Para peneliti asal Belanda diketahui sudah mengamati iklim yang ada di Lembang.
Lembang memiliki iklim yang cukup dingin, sehingga Belanda memilihnya sebagai daerah pertama untuk budi daya sapi perah milik mereka.
Daerah penghasil sapi perah di Jawa Barat lainnya, yakni Kabupaten Bandung. Jumlah sapi perah di Kabupaten Bandung per tahun 2021 berhasil menghasilkan sapi perah sebanyak 27.668 ekor.
Salah satu daerah sentra peternakan sapi perah adalah Pangalengan. Selama ini Pangelangan merupakan pemasok susu sejak lama. Bahkan juga sejak zaman Belanda. Para pemilik peternakan ini bergabung dalam Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) untuk pengembangan peteternakan di sana.
Sebelum peternakan sapi dimiliki oleh warga setempat, pada zaman Belanda terdapat beberapa peternakan sapi seperti De Friensche Terp, Almanak, Van Der Els, dan Big Man. Mereka memasarkan susu tersebut ke Bandung, satu di antaranya ke Bandungche Melk Center (BMC) di Jalan Aceh No 30.