Namun saat itu warga malah terprovokasi karena adanya berita penculikan anak, sehingga massa menghakimi pelaku. Petugas Sabhara langsung menuju lokasi untuk mengamankan pelaku dari amukan massa.
"Warga emosi terprovokasi karena ada menyebarkan berita penculikan, terpancing maka terjadi anarkis," ucap dia.
Setelah diperiksa, kata dia jawaban pelaku selalu berubah-ubah. Petugas pun memeriksa ahli kejiwaan untuk mendalami pelaku.
"Menurut keterangan warga pelaku diduga ada kelainan jiwa sejak SMP. Kalau ada kelainan jiwa bisa batal demi hukum," ucap dia.
Meski begitu, dia mengatakan masih memeriksa pelaku. Dia menduga pelaku bisa berpura-pura gangguan jiwa agar tidak dijerat hukum.
"Pemeriksaan awal keterangan sedikit berubah tidak fokus, sering tertawa sendiri dan tidak nyambung. Tapi polisi tetap tidak percaya, bisa jadi pelaku pura-pura kelainan jiwa," kata dia.
Sedangkan korban, menurut dia tidak mengalami kekerasan fisik dan seksual. Korban juga saat ini dalam kondisi sehat.