Kelima mahasiswa F-Mipa Unpad itu menggagas ide masker dengan kombinasi katun 60 persen dan poliester 40 persen serta dilapisi grafena dari sekam padi. Ide ini diwujudkan melalui riset yang masih berbasis literatur.
Rifky selaku ketua tim menjelaskan, masker dengan komposisi 60 persen katun dan 40 persen poliester diyakini mampu menghambat droplet dan aerosol dari luar. Apalagi dengan ditambah dengan adanya grafena yang dilapis di bagian permukaan masker.
Berdasarkan literatur, lapisan grafena memunculkan sifat super hydrophobic atau sifat yang mampu menolak air. Ini dibuktikan dengan hasil pengukuran sudut kontak yang menunjukkan bahwa lapisan grafena memiliki nilai kurang lebih 141 derajat. Nilai ini melebihi acuan suatu material dikatakan hydrophobic, yaitu 90 derajat.
Menilik sifat penyebaran virus SARS-CoV-2 yang bisa bertransmisi melalui droplet (percikan) dan aerosol, adanya efek super hydrophobic akan optimal memblokade droplet dan aerosol, baik dari luar masker maupun dalam jika pengguna masker merupakan penyintas Covid-19.
Selain itu, kata Rifky, efek lain dari lapisan grafena pada masker adalah memunculkan aktivitas fototermal. Aktivitas ini memanfaatkan sinar matahari untuk mengatalisis suatu reaksi.