MAJALENGKA, iNews.id - Dalam beberapa pekan terakhir, suhu panas menyengat melanda sejumlah daerah di kawasan Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning). Kondisi tersebut dipicu oleh beberapa hal yang berkaitan dengan faktor alam.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kertajati, Majalengka menyebutkan, fenomena suhu udara panas dan terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh dua hal.
Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.
Hal itu membuat tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.
Pemicu kedua, karena dominasi cuaca yang cerah dan tingkat per-awan-an yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi.bsehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.