Tak sedikit pula pelancong dari kota-kota lain datang ke sini. Mereka sekadar foto-foto dengan latar belakang bangunan masa lampau dan duduk-duduk di kursi taman yang tersedia di sepanjang trotoar Jalan Braga.
Bagi kamu yang sering ke Braga tetapi belum tahu apa dan mengapa dinamakan Braga, yuk simak cerita rakyat Bandung asal usul nama Braga ini. Sebelum diberi nama Braga, sepenggal jalan sepanjang 700 meter ini memiliki nama lain.
Dulu, sebelum menjadi kawasan terbuka dan ramai, di kawasan itu kerap terjadi perampokan dan penculikan. Karena itu, pernah disebut Jalan Culik. Namun, setelah kasus perampokan dan penculikan hilang, nama Jalan Culik dilupakan orang.
Selanjutnya, jalan tersebut kerap dilalui pedati, sehingga diberi nama Jalan Pedati atau dalam bahasa Belanda disebut Karrenweg. Seiring berjalannya waktu dan kawasan itu semakin ramai oleh tempat hiburan dan restoran, pedati milik kaum pribadi dilarang melintas.
Lalu dari mana asal nama Braga? Sejarawan MA Salamoen berpendapat, Braga diambil dari bahasa sunda "Baraga" yang berarti jalan di tengah persawahan. Sedangkan menurut Haryoto Kunto, Braga diambil dari kata ngabar raga atau memamerkan tubuh alias mejeng.
Sebab dulu, kawasan Braga menjadi tempat konkow para saudagar, tuan tanah, pemilik pabrik teh, dan lain-lain untuk mencari hiburan. Sehingga banyak orang jalan-jalan di kawasan ini dengan dandanan menarik sesuai mode kala itu.
Sementara, Soedarsono Katam menyatakan, munculnya grup musik Toneel Vereniging Braga pada Juni 1882 oleh Asisten Residen Priangan Pieter Sijthoff di Karrenweg, menjadi salah satu andil meluasnya julukan Braga bagi jalan itu.