"Saya menyanggupi bisa bekerja dan juga sambil kuliah karena masih satu lokasi jadi tidak perlu biaya lagi. Apalagi biaya kuliahnya ditanggung oleh kampus jadi saya terima syarat itu, malah saya bekerja semakin rajin," katanya.
Menurut cerita Nandang, semula dia berfikir apa perlunya sekolah tinggi dan kuliah jika tetap harus jadi OB. Namun setelah mendapat dorongan dari pihak rektorat akhirnya dia memutuskan untuk ikut kuliah hingga menjadi sarjana.
"Awalnya sempat malu juga karena saya tetap memikirkan biaya pendidikan. Meski biaya kuliah gratis tapi pasti harus beli buku atau alat tulis kuliah dan biaya lainnya. Makanya saya sempat ragu-ragu," ujarnya.
Nandang mengaku karena malu, dia sebelumnya tidak bercerita kepada istri dan anak-anaknya jika akan kuliah di kampus UBP. Bahkan hingga 2 tahun kuliah istrinya tidak tahu kalau dia sudah jadi mahasiswa.
"Istri saya mulai curiga karena saya sering menerima WA dari mahasiswa menanyakan mata kuliah. Apalagi saya ketahuan menggunakan laptop di rumah saat mengerjakan tugas kuliah," ujarnya.