Cegah Penyakit Seksual, Bocah Korban Pencabulan Guru Ngaji di Garut Dites Darah dan Urine

fani ferdiansyah
Sejumlah bocah korban pencabulan di Garut dites urine dan darah untuk memastikan tertular penyakit seksual atau tidak. (Foto: Ilustrasi)

Dia pun mengungkapkan jika para korban sempat menjalani visum di RSUD dr Slamet Garut untuk kepentingan penyelidikan aparat kepolisian. Hasil visum itu, kata Yayan, diserahkan kepada Polres Garut. 

Yayan Waryana memastikan Pemerintah Kabupaten Garut akan melakukan pendampingan pada keluarga dan para korban dalam kasus ini. Sebelumnya, kasus pelecehan seksual oleh seorang guru mengaji berinisial AS itu mendapat perhatian serius dari Bupai Garut Rudy Gunawan. 

Rudy Gunawan menilai perbuatan AS yang mencabuli belasan anak sebagai tindakan tidak normal. "Kasus ini berbeda dengan Herry Wirawan (pemerkosa santriwati yang telah divonis mati), justru tidak normal ini, rudapaksa dari laki-laki ke laki-laki yang lemah. Kasus begini mesti kita sikapi serius," kata Rudy Gunawan. 

Menurut orang nomor satu di Garut ini, fenomena tindakan pencabulan terhadap anak sulit ditangani karena pada umumnya bersifat tersembunyi. "Baru terbuka setelah ada yang cerita," ujarnya. 

Rudy Gunawan berharap aparat kepolisian dapat melindungi serta menjaga psikis belasan anak yang menjadi korban pencabulan guru AS. Dia mengimbau kepada siapa saja untuk tidak mengungkap identitas para korban. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Guru Ngaji Cabul di Samarang Garut Ngaku Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Kecil

57 tahun lalu

Geger Pengasuh Padepokan Cabuli Santriwati di Pekalongan, Orang Tua Jemput Anak

57 tahun lalu

Situbondo Geger! Oknum Guru SMA Diduga Cabuli Siswa Sesama Jenis, Digerebek di Hotel

57 tahun lalu

Terungkap! Oknum Kiai Cabuli 13 Santri di Ponorogo Diduga Sudah Beraksi Bertahun-tahun

57 tahun lalu

Oknum Pengasuh Pesantren di Jepara jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Begini Modusnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal