BMKG Pastikan Tidak Ada Gelombang Panas Ekstrem di Indonesia, Ini Penjelasannya

Arif Budianto
Indonesia dipastikan tidak mengalami gelombang panas ekstrem. (FOTO: ILUSTRASI)

Sedangkan secara indikator statistik suhu kejadian, lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2 derajat Celsius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu hanya terjadi satu hari pada 17 April 2023. 

Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius di beberapa lokasi. 

Variasi suhu maksimum 34 derajat- 36 derajat Celsius untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. 

"Secara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April-Mei-Juni adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November," ujar  Dwikorita Karnawati.

Kepala BMKG menuturkan, soal keterkaitan gelombang panas dan radiasi ultraviolet, besar kecilnya radiasi UV yang mencapai permukaan bumi memiliki indikator nilai indeks UV. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tiket Naik Rp65.000, Ribuan Pengunjung Tetap Serbu Kebun Binatang Bandung

57 tahun lalu

Tol Cipularang Dipadati Kendaraan dari Bandung ke Jakarta

57 tahun lalu

PT KAI Daop 2 Bandung Catat Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran 2023 

57 tahun lalu

Bandara Husein Sastranegara Catat 2.500 Pemudik Kembali ke Bandung

57 tahun lalu

Urai Kemacetan, Polisi Berlakukan One Way di Lingkar Gentong Arah Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal