"Kami merasa tersanjung, insya Allah ketika Kuningan diputuskan sebagai tuan rumah kita akan berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik," kata Sekda Kabupaten Kuningan.
Saat ini, ujar Dian Rachmat Yanuar, Pemkab Kabupaten Kuningan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi kepadatan warganya di satu lokasi. Oleh karenanya, Pemkab Kuningan melibatkan 32 kecamatan untuk menggelar kegiatan pendukung BUBOS6 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Kami sudah melakukan persiapan teknis lapangan di 3 lokasi dan 32 lokasi di tiap-tiap kecamatan. Lokasi utama di Taman Kota yang telah direvitalisasi oleh provinsi, yang kedua di Masjid Syahrul Islam, dan yang ketiga di kantor Pemkab Kuningan," ujarnya.
Rencananya, kegiatan BUBOS6 juga akan diiringi oleh pasar murah, vaksinasi booster, hingga pentas seni religi angklung. Sementara dari jumlah peserta, kata Dian, akan ada 12.500 ASN yang akan terlibat dalam gerakan berbagi itu.
"Kami juga sudah mengajak pelajar anggota Pramuka dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi. Perkiraan ada 120.000 siswa/siswi sekolah. Begitupun juga aparatur desa yang jumlahnya kurang lebih 4.000-an siap bergerak. Jadi, kita akan ada 150.000 orang akan memeriahkan kegiatan berbagi dalam rantang cinta," tutur Dian Rachmat Yanuar.
Diketahui, BUBOS merupakan kegiatan berbagi di momen bulan suci Ramadan yang digagas oleh Atalia Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Bandung yang kemudian dikolaborasikan dengan unsur pentahelix.
Awalnya, kegiatan ini bernama Buka Bersama On The Street lalu dikarenakan pandemi berubah menjadi Buka Bersama On The Screen dan saat ini menjadi Bulan Suci Berbagi On The Street.