Dia bersyukur, putri pertamanya mendapatkan pekerjaan yang layak di perusahaan mobil. Kala itu, dia bersama suaminya menyisihkan uang untuk menguliahkan anaknya hingga menjadi sarjana.
Kini, dia mendapat balas budi dari sang anak dengan didaftarkan berangkat haji. Perjuangan berangkat haji tidak hanya sampai di situ. Dia pun tak mau menjadi beban anaknya.
Selama sepuluh tahun, Iis mengaku menyisihkan sebagian rezeki berapa pun uang didapatkan suaminya. Di tengah memenuhi kebutuhan keluarga dan harus membiayai empat anaknya.
"Insya Allah kalau ada niat karena Allah, pasti dimudahkan. Saya juga menyangka, bisa berangkat haji. Semua karena pertolongan Allah," ujar Iis.