Belajar Rahasia Sukses Bisnis Keripik Tempe ala Joko Asori: Jaga Kualitas dan Rasa

Andri Bagus Syaeful
Pengusaha keripik tempe di Kramat Pela, Jakarta Selatan, Joko Asori memberikan tips kiat sukses usahanya. (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) keripik tempe, Joko Asori kini sedang menikmati buah manis dari hasil kerja kerasnya. Pasalnya, usahanya terus berkembang pesat dan makin banyak masyarakat yang ketagihan dengan rasa keripik tempe buatannya.

Awalnya, Joko dibesarkan dari keluarga yang menekuni sebagai perajin tempe konvensional. Jadi, dia sudah paham betul cara pembuatan tempe yang baik dan benar.

Pria itu pada 1982 terjun dalam usaha tempe konvensional mengikuti jejak orang tuanya. Bermodalkan segudang ilmu membuatnya percaya diri akan sukses berbisnis tempe.

"Saya jual tempe mentah untuk memenuhi kebutuhan pasar-pasar di wilayah Jabodetabek," kata Joko saat ditemui MNC Portal Indonesia (MPI), belum lama ini.

Setelah 29 tahun menjadi perajin tempe konvensional, Joko melebar usahanya dengan menjual keripik tempe pada 2011. Ternyata, usahanya berkembang pesat dengan keripik tempe ketimbang produk konvensional atau mentah.

"Saya tetap jual tempe mentah dan kedelai untuk perajin tempe. Jadi, tidak meninggalkan usaha itu meskipun kini keripik tempe berkembang pesat," ucapnya.

Joko menyatakan usahanya yang berada di Jalan di H AOM, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu seiring berjalannya waktu makin banyak pelanggan. Dia menilai itu berkat dirinya sangat menjaga kualitas dan juga konsistensi pada rasa.

"Saya menjual Rp70.000 untuk satu kilogram keripik tempe," ucapnya.

Suhu di dalam rumah Joko memang selalu panas setiap harinya. Itu menandakan produksi tempe terus berlangsung di sana untuk memenuhi permintaan pasar.

Joko pun tidak menampik usahanya berkembang pesat seperti saat ini karena memanfaatkan program kredit usaha rakyat (KUR) BRI. Pinjaman itu dia maksimalkan untuk tambahan modal usaha agar produksi makin meningkat.

"Saya sudah beberapa kali memanfaatkan KUR BRI. Itu untuk pengembangkan usaha dan menambah" katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BRI Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Bawa Tenun Lurik Jangkau Pasar Lebih Luas

57 tahun lalu

Capai 100 Ekor, Ini Kisah UMKM Susu Kambing Ras Farm Tumbuh Pesat berkat KUR BRI

57 tahun lalu

Kredit Nol Persen Haguet Diluncurkan, 3.000 UMKM Kalteng Siap Naik Kelas

57 tahun lalu

LRT Sumsel Diserbu 213 Ribu Penumpang saat Lebaran, Ekonomi Rakyat Ikut Ketiban Berkah

57 tahun lalu

KUR BRI Aliri Sawah Rakyat, Gerakkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal