Dia mengungkapkan, dari 5.200 laporan warga mengenai persoalan kemanusiaan, baru 100 masalah yang sudah ditindaklajuti petugas gabungan dari pemerintah provinsi. Sebab, kata dia, dari ribuan laporan masyarakat akan disaring dan dipilah mana yang dinilai lebih darurat.
"Jadi, kami akan lihat dulu berapa darurat pertolongannya. Sebab, laporan warga masih beragam. Ada yang persoalan kesehatan, kemiskinan, pendidikan. Tapi, ada juga masalah infrastruktur di wilayah mereka. Jadi, kami pilah untuk bertindak prioritas," ucap dia.
Seperti diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah meluncurkan program Jabar Quick Response untuk menanggulangi persoalan kemanusiaan yang terjadi di masyarakat. Jabar Quick Respons merupakan salah satu program kerja 100 hari yang dilakukan pasangan Emil-Uu.