Banyak Objek Kebudayaan Hilang, Unpad Luncurkan Aplikasi Sunda Digi

Arif Budianto
Ketua PDPBS Unpad Prof Ganjar Kurnia saat peluncuran Sunda Digi. (FOTO: istimewa)

Banyak arsip kesundaan yang telah hilang dan rusak, atau sulit dibuka karena perbedaan teknologi. Arsip juga banyak yang tersebar di pribadi atau lembaga.

Sunda Digi terealisasi atas kerja sama PDPBS Unpad dengan Pustaka Jaya. Fitur yang ditawarkan antara lain tanya pekerjaan rumah (PR), pelajaran bahasa, tata bahasa praktis, mengenal tokoh, bacaan, fiksimini, majalah, kursus budaya, peperenian, kamus Sunda, kamus medis, tubuh kita, aksara Sunda, dan penerjemah.

Prof Ganjar berharap, Sunda Digi menjadi bagian dari Unpad untuk memenuhi Statuta Unpad dan Undang-Undang yang berlaku. Selain itu, Sunda Digi juga dapat turut melestarikan budaya Sunda.

“Kita semua tentu tidak ingin menjadi bangsa yang tidak memiliki jejak karena masyarakatnya telah menelantarkan warisan budaya para leluhur yang kita miliki,” ujar Prof Ganjar. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wisuda Tanpa Skripsi, Unpad Tetap Dorong Mahasiswa Hasilkan Publikasi Ilmiah

57 tahun lalu

NasDem-PKS-PKB Usung Anies-Cak Imin, Pengamat Politik Unpad Bilang Begini

57 tahun lalu

Unpad Terima 1.194 Mahasiswa Program Pertukaran dari Berbagai Daerah di Indonesia

57 tahun lalu

7 Mahasiswa FH Unpad Borong Penghargaan di Asia Cup IMCC 2023 Tokyo Jepang

57 tahun lalu

Unpad dan Jepang Jalin Kerja Sama, Kembangkan Stroberi Premium

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal