“Di jalan utama itu tanahnya rendah, jadi banjir setinggi lutut. Kalau di sini tidak ada air yang masuk ke rumah karena sudah banyak yang ditinggikan,” kata Yani.
Sementata salah seorang warga RW 5 Opik (37), mengatakan, di daerah permukimannya banjir hingga masuk ke dalam rumah. Banjir sebesar ini jarang terjadi di sana.
“Kalau di sini banyak yang airnya masuk ke rumah. Biasanya jarang kalau sampai masuk. Rumah saya juga kebanjiran,” katanya.