"Berdasarkan saran Sarpras (Disdik Kabupaten Cirebon) untuk mengosongkan dua ruang kelas, kelas 1 dan kelas 2 yang terdampak," ujar Muhammad Arifin.
Kepala SDN 1 Kedungdawa menuuturkan, sudah melihat tanda-tanda kerusakan bangunan sejak dua bulan terakhir. Atap bangunan, khususnya ruang kelas 1 dan kelas 2 terlihat mengalami penurunan. "Kondisinya yang mengkhawatirkan hingga ambruk saat diguyur hujan," tutur Kepala SDN 1 Kedungdawa.
Muhammad Arifin berharap atap dua ruang kelas yang ambruk itu segera diperbaiki agar KBM para siswa kembali lancar.