Disiplin pertama adalah personal mastery. Setiap ASN, baik struktural maupun fungsional, harus menguasai bidang tugasnya secara profesional.
"Di setiap posisi ini, kita harus mastery menguasai bidang tugas dan ini menjadi salah satu prasyarat untuk kita bisa melakukan learning organization," ujarnya.
Disiplin kedua adalah mental model, yakni menyelaraskan pola pikir individu dengan visi dan misi organisasi. Penyatuan tujuan individu dan organisasi dinilai penting agar seluruh elemen memiliki komitmen yang sama.
Ketiga adalah shared vision. Kesamaan visi antara pimpinan dan pelaksana harus dibangun melalui komunikasi dan koordinasi yang konsisten agar tidak terjadi perbedaan arah kebijakan.
Disiplin keempat, team learning, menempatkan kerja tim sebagai inti pembelajaran organisasi. ASN didorong untuk saling berbagi pengetahuan dan belajar bersama demi mencapai tujuan secara kolektif.