Selain itu, arsitektur di Bandung juga menerapkan art deco sebagai acuan pembangunan gedung yang sangat mirip dengan bangunan yang ada Paris. Salah satu contoh yang bisa dilihat, yakni Gedung Hotel Preanger serta hotel Savoy Homann.
Kemudian, terdapat restoran makanan khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi tempat makan para pejabat serta pengusaha Hindia Belanda atau Eropa.
Dimulai dari orang-orang Belanda pada masa kolonial, sebutan Kota Bandung sebagai Paris van Java terus diwariskan turun-temurun hingga sekarang menjelma menjadi pusat wisata di Jawa.
Setelah masa kemerdekaan, pariwisata yang ada di Bandung meningkat pesat sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang. Bandung menjadi salah satu destinasi tujuan liburan akhir pekan warga ibu kota Jakarta dan sekitarnya.
Selain menjadi kota wisata belanja, Bandung juga terkenal memiliki bangunan tua berarsitektur Belanda serta panorama alam pegunungan yang sangat indah.
Bandung juga memiliki banyak ruang publik seni seperti museum, galeri, dan gedung pertunjukan. Salah satu yang paling populer di Bandung yaitu Gedung Merdeka yang dahulu menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955, Museum Sri Baduga yang menggunakan bangunan lama Kawedanan Tegallega, serta Gedung Indonesia Menggugat tempat Soekarno menyampaikan pleidoinya.