Apakah Fenomena Mengadopsi Boneka Arwah, Wajar? Ini Kata Dosen Psikologi Unpad

Arif Budianto
Fenomena mengadopsi boneka arwah. (Foto: iNews.id)

Namun, tidak semua orang memiliki pengalaman positif dalam proses tumbuh kembangnya. Ada pengalaman pola asuh, pendidikan, dan relasi tertentu yang bisa membuat kemampuan psikologis tadi menjadi kurang mumpuni atau bahkan tidak dimiliki.

Ketidakmampuan untuk bertahan tersebut mendorong seseorang memilih cara-cara tertentu untuk menguatkan. Salah satunya menggunakan alat bantu seperti spirit doll. 

“Pada dasarnya, jika seseorang dalam tumbuh kembangnya mengalami proses yang positif dan ideal, maka hal-hal itu tidak diperlukan,” ujar dosen psikologi ini.

Apakah perilaku mengadopsi boneka arwah itu wajar? Retno Hanggarani Ninin menuturkan, batas kewajaran terhadap fenomena ini bergantung pada peran yang diletakkan seseorang atau pemiliknya kepada boneka tersebut. 

Jika anak-anak yang bermain boneka dan memperlakukannya seperti teman, itu merupakan sebuah kewajaran dari perspektif tumbuh kembang, karena faktor usia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Boneka Arwah Paling Seram di Dunia, Nomor 3 Rambutnya Terus Memanjang

57 tahun lalu

Kemenag : Percaya Boneka Arwah Bertentangan dengan Nilai Tauhid

57 tahun lalu

Cerita Kolektor Boneka Arwah di Cimahi, Sandra Susan: Seperti Bayi Manusia

57 tahun lalu

Adopsi Spirit Doll alias Boneka Arwah dalam Islam, Ketua MUI: Hukumnya Haram

57 tahun lalu

Viral Adopsi Boneka Arwah, Ini Pandangan Pemerhati Budaya UNS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal