Mengenai masalah anggaran, Pemprov Jabar juga sudah didukung oleh DPRD Jabar. Pemerintah bisa memaksimalkan anggaran dana tidak terduga dan hal-hal lain yang bisa dibuatkan dengan aturan dan perundang-undangan berlaku.
“Untuk masalah anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah didukung oleh DPRD Jabar melalui anggaran tidak terduga disiapkan sebesar Rp50 miliar,” ujarnya.
Dia menambahkan, dua hari yang lalu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui juru bicaranya menyampaikan akan ada desentralisasi testing. Namun, sambil menunggu tim Kemenkes, Pemprov Jabar akan proaktif.
“Kita bisa lebih duluan proaktif karena kita punya alatnya baik di rumah sakit maupun di lab milik Universitas Padjadjaran. Ini membantu untuk memastikan dan memperluas jangkauan yang terpantau,” katanya.