Bahkan, Kang Emil pun meminta polisi mulai melakukan razia kendaraan sambil terus menyosialisasikan larangan mudik. Menurutnya, hal itu harus dilakukan jauh hari sebelum lebaran tiba.
"Saya khawatir, mereka menyiasati tanggal mudik. Pola pikir orang Indonesia yang menyiasati tanggal harus diantisipasi," tutur Gubernur Jabar.
Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, Polda Jabar telah menyiapkan 120 titik penyekatan. Sebanyak 11 titik di antaranya berada di wilayah perbatasan DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Penyekatan di Karawang dan Bekasi, kata Kapolda Jabar, akan lebih ketat karena berbatasan dengan DKI Jakarta. Sedangkan di wilayah aglomerasi, misalnya Bandung Raya, tetap dilakukan pengawasan, termasuk di daerah wisata seperti di Puncak, Kabupaten Bogor.
Kapolda Jabar mengatakan, sosialisasi larangan mudik sudah dimulai seiring dengan berjalannya Operasi Keselamatan yang dimulai 12-25 April 2021. "Selain (sosialiasi) protokol kesehatan, mulai dari sekarang (disosialisasikan juga) tentang larangan mudik lebaran," kata Kapolda Jabar.
Disinggung tentang masyarakat yang sudah telanjur mudik, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengemukakan, aparat pemerintah di tingkat RT hingga RW langsung melakukan pendataan untuk dilakukan isolasi hingga tracing jika ditemukan kasus Covid-19.
"Kami berharap, masyarakat juga timbul kesadaran pribadi untuk menahan diri dulu, untuk tidak melaksanakan mudik lebaran tahun ini. Mereka yang coba mudik akan diputar balik," ujar Irjen Pol Ahmad Dofiri.