Selain masalah angin kencang, lahan yang terbakar berupa semak-semak, ilalang dan daun kering, merupakan bahan-bahan mudah terbakar, sehingga api benar-benar sulit dikendalikan.
Kebakaran sendiri terjadi sejak hari Jumat (4/10/2019) lalu dan sampai saat ini belum bisa dipadamkan. Kawasan yang terbakar yaitu hutan pinus di ketinggian 800-1.200 meter di atas permukaan laut.
"Lokasi berada pada daerah yang susah dijangkau dan menyebar di beberapa titik, sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar," ujar Agus.