Aktivis Tanggapi Pernyataan Wagub Jabar soal Poligami Solusi HIV-AIDS, Ini Katanya

Agung Bakti Sarasa
Ilustrasi HIV-Aids. (Foto: Reuters)

Ayu Octariani mengatakan, selama ini, negara seakan tutup mata terhadap pentingnya edukasi kesehatan reprodukai. Padahal, edukasi itu dapat jadi sarana bagi anak usia sekolah untuk dapat mengenali sekaligus melindungi tubuh sekaligus kesadaran tentang bahaya hubungan seks bebas.

"Daripada menyuruh anak muda menikah, mendingan kasih mereka pendidikan kesehatan reproduksi sejak di usia sekolah. Jika diberikan dengan tepat, mereka paham tentang tubuh dan bisa melindungi diri karena tahu risikonya," ucap Ayu Octariani.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan yang hendak menikah pun menjadi penting untuk deteksi dini. Jikap nanti didapati ada salah satu pasangan yang terinfeksi, pernikahan dapat tetap dilangsungkan jika berada dalam kondisi baik dan paham soal cara pencegahan penularan HIV-AIDS.

Diketuhui, 5.000 kasus infeksi telah ditemukan dari data yang dihitung sejak tahun 1991. Dari data tersebut, tercatat ada 400 orang dari kalangan mahasiswa yang terinfeksi. Sementara itu, angka infeksi HIV-AIDS paling tinggi di Kota Bandung menyasar pada karyawan swasta.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MUI Jabar Kritik Uu Ruzhanul Ulum soal Poligami Solusi Tekan Penularan HIV-AIDS

57 tahun lalu

Wagub Jabar Sebut Poligami Solusi HIV-AIDS, Pengamat: Bikin Gaduh Publik

57 tahun lalu

Kasus HIV-AIDS di Bandung Tinggi, Wakil Gubernur Jabar: Poligami Solusinya

57 tahun lalu

Total 10.700 Kasus HIV-AIDS di Kota Bandung, 407 Orang dari Kalangan Mahasiswa

57 tahun lalu

Perilaku Menyimpang Penyebab Utama 5.943 Warga Kota Bandung Idap HIV-AIDS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal