TASIKMALAYA, iNews.id - Akses jalan menuju SDN 2 tugu, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya dibenteng setinggi tiga meter. Akibatnya murid dan guru terpaksa harus jalan memutar melalui belakang sekolah dengan melewati kebun dan sawah.
Benteng tersebut dibuat oleh pemilik lahan sejak awal tahun 2021 lalu. Saat pembelajaran dilakukan secara daring pemilik lahan hanya memberikan jalan selebar 50 sentimeter.
Namun jalan yang diberikan masih sulit untuk diakses oleh para siswa dan guru yang akan masuk ke sekolah. Selain karena sempit juga tehalang oleh bangunan musala milik rumah makan yang berada di sampingnya. Para siswa dan guru pun terpaksa harus masuk melalui pintu belakang dengan melewati kebun dan sawah milik warga sekitar sekolah.
Sejumlah siswa saat ini hanya bisa pasrah dan berharap agar akses jalan bisa kembali dibuka lewat jalan depan, agar mereka lebih mudah dan dekat.
Menurut Kepala Sekolah SDN 2 Tugu, Sri Mulyani, awalnya jalan ini memang tidak bermasalah karena pemilik tanah memberikan akses yang lebar ke sekolah. Namun kemudian ada bantuan pengaspalan untuk lahan halaman sekolah dan jalan menuju sekolah sehingga akhirnya jalan menuju sekolah ditutup benteng.