7 Sifat dan Kebiasaan Orang Sunda, Nomor 3 Negara Bisa Aman dan Damai

Asep Supiandi
Sifat dan kebiasaan Orang Sunda yang unik sangatlah menarik karena menjadi salah satu bagian dari jatidiri bangsa. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Sifat dan Kebiasaan Orang Sunda sudah banyak dikupas, baik dalam diskursus maupun publikasi di berbagai media. Menarik memang, sifat dan kebiasaan itu untuk terus dikupas secara detail sehingga bagi Orang Sunda sendiri dapat memahami jatidirinya dalam menghadapi setiap perkembangan zaman.

Semua sifat, tabiat atau perilaku Orang Sunda tidak terlepas dari papagon, tetekon dan ugeran (aturan), yang dipegang erat secara turun temurun.

Berikut sifat dan kebiasaan Orang Sunda yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Memiliki Pandangan Hidup

Ada salah satu ungkapan kuno yang menjadi pandangan hidup Orang Sunda, sebagaimana tertulis dalam kitab Sanghyang Siksa Kandang Karesian, yakni :

"Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, aya ma beuheula aya tu ayeuna, hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna. Hana tunggak hana watang, tan hana tunggak tan hana watang. Hana ma tunggulna aya tu catangna" (Ada dahulu ada sekarang, bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang, karena ada masa silam maka ada masa kini, bila tak ada masa silam takan ada masa kini. Ada tunggak tentu ada batang, bila tak ada tunggak tak akan ada batang, bila ada tunggulnya tentu ada batangnya).

Dalam ungkapan kuno itu, Pandangan hidup tersebut tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya karena secara tersurat dan tersirat dikandung juga dalam ajaran agamanya, khususnya ajaran agama Islam. Pandangan hidup orang Sunda yang diwariskan dari nenek moyangnya.

Selain itu, orang Sunda selalu menghargai dan menghormati leluhurnya, termasuk ungkapan, ujaran, pepatah dalam menjalani hidup dan kehidupan. 

2. Ikatan Kekeluargaan yang Kuat

Salah sifat dan kebiasaan Orang Sunda, sering dikenal yakni tidak betahan atau banyak yang menyebut tidak suka merantau. Sifat itu karena sistem keleuargaan Suku Sunda sangtalah kuat. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai seluruh sendi kehidupan suku Sunda. 

Dalam suku Sunda dikenal adanya pancakaki yaitu istilah silsilah yang menunjukkan hubungan kekerabatan. Misalnya pertama hubungan silsilah ke atas, anak, incu (cucu), piut (buyut), bao, canggahwareng atau janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gantungsiwur. Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti anak paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara piut. 

Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan seterusnya. 

Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosakata sajarah silsilah yang maknanya kurang lebih sama dengan kosakata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah adalah susun garis keturunan.

3. Tak Suka Berselisih

Sifat dan kebiasaan Orang Sunda lainya, yaitu sopan, ramah dan murah senyum. Orang Sunda memiliki pedoman hidup saling menghargai sesama. Maka dari itu, masyarakat Suku Sunda akan selalu ramah senyum serta sopan kepada siapa saja termasuk kepada orang yang belum dikenalnya.  

Seperti istilah kawas gula eujeung peueut yang memiliki arti seperti gula dengan hidup harus rukun saling menyayangi, tidak pernah berselisih. Masyarakat Sunda menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kesopanan. Itulah mengapa orang Sunda dikenal murah hati seperti filosofi someah hade ka semah yang artinya, ramah, bersikap baik, dan memuliakan tamu atau orang lain. 

4. Lucu dan Humoris 

Orang Sunda berikutnya yaitu lucu dan humoris. Mayoritas masyarakat Suku Sunda memiliki selera humor yang tinggi. Terbukti dari beberapa tokoh dan publik figur yang dikenal humoris seperti Ridwan Kamil, Sule, Kang Ibing dan masih banyak lagi. 

Terdapat beberapa jenis lawakan dari Suku Sunda yang dikenal dengan nama sisindiran, yaitu sejenis pantun ala Sunda yang selalu berisi sampiran dan isi yang lucu. Lalu ada dongeng lucu ala cangehgar hingga dari ceramah lucu yang sering dihadirkan oleh mubaligh dari Sunda. Selain itu terdapat pula lawakan Ohang, Bobodoran Wayang Golek, dan masih banyak lainnya. 

6. Menjunjung Tinggi Adat Istiadat 

Sifat dan Kebiasan Orang Sunda tidak terlepas dari ungkapan hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, sebagaimana dikupas di awal. Adat istiadat itu merupakan warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya.

Tak heran, jika mengunjungi beberapa wilayah di Jawa Barat, akan banyak menemui cagar budaya asli yang masih terus dilestarikan. Contohnya pertunjukan angklung, sisingaan, dan lain sebagainya. Hal itu tentu sangat bagus untuk memperkenalkan seni budaya Sunda ke berbagai daerah lain hingga mancanegara. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Alasan Kenapa Orang Sunda Dilarang Menikah Sama Orang Jawa, Diawali Perang Bubat

57 tahun lalu

Kebiasaan Orang Sunda, Ramah Humoris dan Tidak Ambisius

57 tahun lalu

Pemuda Ngamprah KBB Sukses Berkat Old Sundanese Snack, Omzet Ratusan Juta per Bulan

57 tahun lalu

Kenapa Orang Sunda Berkulit Putih? Mungkin Ini Jawabannya

57 tahun lalu

Kenapa Orang Sunda dan Jawa Beda Bahasa? Ternyata ini Lho Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal