60.000 Telur Nyamuk Wolbachia Dikembangbiakkan di Ujungberung Bandung untuk Tekan Kasus DBD

Agus Warsudi
Kasus DBD di Kota Bandung tinggi. Untuk menekan kasus DBD, Kemenkes mengembangbiakkan nyamuk Wolbachia di Ujungberung, Bandung. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Kadinkes menuturkan, alasan Kota Bandung ditunjuk untuk menjadi daerah pengembangbiakan nyamuk Wolbachia karena dalam tiga tahun berturut-turut, kasus DBD menempati peringkat pertama di Jabar. 

"Jadi kalau kita lihat data kasus yang demam berdarah yang ada di Kemenkes, itu memang dari 2021, 2022, hingga 2023, Kota Bandung menempati urutan pertama," tutur Kadinkes.

Menurut Ira Dewi Jani, jangka waktu telur nyamuk Wolbachia menetas dan dapat menghambat penyebaran DBD, cukup panjang. 

Rentang waktu untuk pengembangbiakan hingga penghambatan penyebaran DBD, membutuhkan waktu antara satu sampai dua tahun. 

"Kalau implementasi pilot project enggak bisa kayak makan cengek, begitu ditempatkan langsung berhasil. Gak bisa instan. Ini (pengembangbiakan nyamuk Wolbachia) kan sebagai pelengkap, dari program-program yang sudah ada selama ini. Jadi PSN (pemberantasan sarang nyamuk) harus tetap dilakukan. Begitu juga gerakan 3 M, dan program lainnya," ucap Ira Dewi Jani. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sidang Kasus Penipuan Studi ke China Digelar di Ruang Mediasi PN Bandung, Korban Kecewa

57 tahun lalu

Partai Perindo Target Rekrut 16.000 Saksi TPS di Kabupaten Bandung dan KBB

57 tahun lalu

Partai Perindo Mulai Rekrut Saksi Pemilu 2024 di Kabupaten Bandung, Ini Perannya

57 tahun lalu

Ketua Ikatan Alumni Sejumlah Kampus di Bandung Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

57 tahun lalu

4 Pemain Timnas Kembali, Persib Bandung Malah Kehilangan 2 Pilar Asing, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal