Gua yang berada di kaki Gunung Mujarod atau tempat penenangan tersebut ditemukan oleh Syekh Abdul Muhyi setelah 12 tahun pencarian. Syekh Abdul Muhyi pun menata gua dengan sangat baik dan menjadikannya petilasan sekaligus tempat mengajar.
Konon, dulu, gua ini menjadi tempat berkumpul para wali penyebar agama Islam di Jawa Barat. Gua Safarwadi juga digunakan Syaikh Abdul Muhyi untuk mendidik para santri.
Syaikh Abdul Muhyi merupakan waliyullah yang sangat salih karena itu dihormati masyarakat. Karena kesalihannya pula, banyak umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara, menziarahi makam Syekh abdul Muhyi, dan berdoa di sana.
Syaikh Abdul Muhyi akrab yang oleh masyarakat setempat dipanggil dengan sebutan Haji Karang itu merupakan pembawa Tarekat Syathariyah pertama ke pulau Jawa.
Karena dianggap sakral, pengunjung tidak boleh berbuat sembarang di Gua Safarwadi. Pengunjung tidak diperkenankan langsung masuk ke gua. Sebelum memasuki gua, sebelum ziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi.