"Kami mengamankan enam orang santri. Mereka membawa dua busur dan sepuluh anak panah. Mereka diperiksa oleh petugas yang melaksanakan operasi yustisi," kata Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan melalui pesan singkat.
Kombes Pol Hendra mengemukakan, saat ini, penyidik Polresta Bandung masih melakukan pendalaman terhadap motif dan identitas enam santri tersebut membawa busur dan anak panah.
Sementara itu, Kapolsek Cicalengka AKP Aep Suhendi mengatakan, pihaknya belum mengetahui identitas dan motif enam pria itu membawa busur dan anak panah.
Adapun temuan itu bermula ketika polisi yang sedang menggelar operasi yustisi mencurigai sebuah minibus Grand Max. Saat digeledah, petugas menemukan busur dan 10 anak panah.
"Kami lagi mengadakan operasi yustisi. Anggota mencurigai (minibus Grand Max). Diperiksa lah, di dalamnya (mobil) didapati busur dan anak panah," kata AKP Aep dikonfirmasi melalui telepon, Kamis malam.
"Tadi di lapangan interogasinya terbatas, jadi takutnya gaduh di lapangan lalu diamankan. Sementara kami belum bisa memastikan siapa mereka dan motifnya apa. Kasus ini ditangani polres (Polresta Bandung) sekarang," ujarnya.