6 Laskar FPI Meninggal, Aktivis Jabar Sebut Tak Perlu Dibentuk TPF, Ini Alasannya

Arif Budianto
Polisi memeragakan 11 adegan dalam rekonstruksi penembakan enam laskar FPI pengawal HRS di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang. (Foto: SINDOnews/Nilakusuma)

Dia pun membandingkan kejadian di Sigi, Sulawesi Tengah dan yang dilakukan OPM di Papua. Masyarakat Sipil Cinta NKRI mempertanyakan kemana suara aktivis hak asasi manusia (HAM) atas kasus tersebut. 

"Kenapa mereka tidak bicara tim pencari fakta, ke mana politisi, tidak menyerukan dilakukan investasi independen. Padahal (pembantaian satu keluarga di Sigi dan pembunuhan warga sipil di Papua oleh OPM) itu jelas pelanggaran HAM berat. Kenapa tiba-tiba lantang bicara TPF atas peristiwa di Km 50 Cikampek," ujarnya.

Aam menuturkan, sangat tidak tepat dibentuk TPF atas peristiwa di Km 50 Tol Cikampek karena itu murni penegakan hukum. Dia meminta Polri dan aparat penegak hukum jangan menghiraukan, lanjutkan penegakan hukum, dan tolak pembentukan TPF apapun.

Sementara itu, Ketua Barikade 98 Jabar Budi Hermansyah juga meminta semua kalangan bersikap objektif. Dia mencontohkan kerumunan di bandara yang menyebabkan jadwal penerbangan terhambat. "Itu jelas melanggar HAM," kata Budi. 

Aktivis 77/78 Syarif Bastaman mengatakan bahwa TPF tidak perlu ada karena yang terjadi adalah provokasi sehingga berbuntut meninggalnya enam anggota laskar FPI. "Tinggal di internal polisinya. Apakah aparat itu melakukan pelanggaran atau tidak," kata Syarif.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI, Bareskrim: 4 Orang Berusaha Rebut Senjata di Dalam Mobil Polisi

57 tahun lalu

Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI Pengawal HRS, Baku Tembak Tak Terhindarkan 

57 tahun lalu

Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq, Polisi Peragakan 11 Adegan

57 tahun lalu

Rekonstruksi Penembakan 6 Anggota FPI Pengawal Habib Rizieq Digelar di 4 Titik

57 tahun lalu

Pendukung Habib Rizieq Datangi Polres Ciamis, Ini Kata Kapolda Jabar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal