Mengaji Alquran merupakan kegiatan rutin, baik di rumah, surau atau masjid. Harapannya, nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran itu menjadi warna dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Mamaos, menjadi fakta menarik Cianjur karena seni dan budaya seperti ini benar-benar dilestarikan sebagai warisan dari leluhur. Saat ini tembang seni ini biasanya digelar dalam event-event tertentu.
Maenpo atau bela diri menjadi kearifan lokal dalam bentuk olah kanuragan. Tiga aliran ilmu bela diri atau pencak silat yang berkembang pesat di Cianjur, yakni Kari, Madi dan Syahbandar.
Ayam pelung merupakan fakta menarik Cianjur lainnya. Unggas yang ditangkarkan di Cianjur ini memiliki keunggulan dibanding jenis ayam lainnya, selain badannya tinggi besar suaranya merdu dan melengking cukup panjang. Tak heran unggas ini banyak digemari pecinta ayam hingga ke luar negeri.
Awalnya penangkaran ayam pelung dilakukan seorang petani dan tokoh agama dari Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, bernama H Djarkasih (Mama Acih). Dia memulai penangkaran sejak tahun 1850 dengan mengambil seekor ayam jantan muda yang diamatinya memiliki kokokan lebih panjang daripada yang lainnya.