Diberitakan sebelumnya, sebanyak 59 warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garutkota diduga dibaiat setia kepada NII. Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari orang tua kepada pihak pemerintah Kelurahan Sukamentri. Orang tua merasa aneh dengan dengan perilaku anak mereka.
Mereka dibaiat masuk NII oleh seorang tokoh. "Berdasarkan keterangan dari Pak Camat kemarin, itu ada 59 orang ya (bergabung dengan NII). Itu di Kelurahan Sukamentri, tapi menyebar ya, di beberapa RW (rukun warga)," kata Kepala Kesbangpol Garut Wahyudijaya, Kamis (7/10/2021).
Wahyudijaya menyatakan, dari 59 orang yang bergabung ke NII, tidak semua anak-anak dan remaja, ada juga yang dewasa. "Ini sasarannya memang anak-anak yang labil ya. Yang sedang mencari bentuk (jati diri). Barangkali ini ada doktrin yang seolah-olah itu (doktrin) menyejukkan. (Sehingga timbul) kesan seolah mereka benar. Jadi brainwashing (cuci otak)," ujar Wahyudijaya.
Ajakan untuk bergabung dengan NII seperti apa? Kepala Kesbangpol Garut menuturkan, metodenya melalui pengajian. Secara perlahan. "Kami sisir, dalam arti, yang melakukan, doktriner, yang melakukan dotrinasinya sudah kami pantau dan afiliasinya ke mana," tutur Kepala Kesbangpol Garut.
Yang dilakukan saat ini, kata Wahyudijaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, dalam hal ini Kesbangpol Garut, harus ada di tengah-tengah mereka. Mengajak mereka kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Mereka bergabung dengan aliran NII Bakar Misbah yang fokus pada tatanan pemerintahan Islam," ucap Wahyudijaya.