Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Ada 18 Siswi SMKN 2 Garut Jadi Korban Rambutnya Dipotong Guru BK
Advertisement . Scroll to see content

Geger 59 Warga Sukamentri Gabung NII, Kepala Kesbangpol Garut: Mereka Dicuci Otak

Kamis, 07 Oktober 2021 - 08:23:00 WIB
Geger 59 Warga Sukamentri Gabung NII, Kepala Kesbangpol Garut: Mereka Dicuci Otak
Kepala Kesbangpol Garut Wahyudijaya menduga 59 warga yang diduga bergabung dengan NII telah mengalami pencucian otak atau brainwash. (FOTO: iNews/II SOLIHIN)
Advertisement . Scroll to see content

GARUT, iNews.id - Warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, digegerkan oleh kabar sebanyak 59 warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garutkota, diduga bergabung dengan Negara Islam Indonesia (NII). Mereka dibaiat masuk NII oleh seorang tokoh.

Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari orang tua kepada pihak Pemerintah Desa Sukamentri yang merasa aneh dengan dengan tingkah laku anak mereka.

Terkait kasus tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Polisik (Kesbangpol) Kabupaten Garut dan Pemerintah Desa Sukamentri melakukan langkah klarifikasi pada Rabu (6/10/2021). Bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan Garutkota, Kesbangpol meminta keterangan dari warga yang diduga bergabung dengan NII.

"Berdasarkan keterangan dari Pak Camat kemarin, itu ada 59 orang ya (bergabung dengan NII). Itu di Kelurahan Sukamentri, tapi menyebar ya, di beberapa RW (rukun warga)," kata Kepala Kesbangpol Garut Wahyudijaya, Kamis (7/10/2021).

Wahyudijaya menyatakan, dari 59 orang yang bergabung ke NII, tidak semua anak-anak dan remaja, ada juga yang dewasa. "Ini sasarannya memang anak-anak yang labil ya. Yang sedang mencari bentuk (jati diri). Barangkali ini ada doktrin yang seolah-olah itu (doktrin) menyejukkan. (Sehingga timbul) kesan seolah (keyakinan) mereka benar. Jadi brainwashing (cuci otak)," ujar Wahyudijaya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut