Menurut Pengasuh Ponpes Alquraniyah H Azun Maudzun, salat tarawih supercepat itu telah berlangsung 15 tahun terakhir. Tujuannya untuk mengajak anak muda melaksanakan salat sunah selama bulan suci Ramadan.
Azun mengemukakan, salat dapat berlangsung cepat sebab hanya mengambil rukun-rukunnya.
"Salat tarawih dilaksanakan 20 rakaat, ditambah tiga rakaat salat witir. Tahun lalu salat tarawih berlangsung tujuh menit," kata Azun Maudzun.
4. MUI sebut Salat Supercepat tidak tumaninah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat angkat bicara mengenai salat Tarawih di Ponopes Alquraniyah di Kabupaten Indramayu yang selesai dalam waktu sekitar 6 menit. Padahal, mereka mengerjakan salat Tarawih 20 rakaat ditambah 3 witir.
Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Akhyar meragukan salat tarawih itu berlangsung khusyuk dan tumaninah. Apalagi, salah satu syarat salat adalah khusyuk dan tumaninah.