Dalam video terlihat, terdapat seorang perempuan berdiri di depan jemaaah pria. Jarak antarjemaah salat pun berjarak sekitar 1 meter. Bahkan tampak seorang pria beragama Nasrani ikut dalam barisan jemaah salat Id.
Saat dimintai klarifikasi terkait salat Id tidak biasa tersebut, Panji Gumilang dengan nada tinggi mengatakan, tidak masalah. Sebab memperlakukan perempuan dalam saf salat tidak melanggar syariat. Selain itu, Panji Gumilang menyatakan menganut mazhab Bung Karno sehingga menerapkan praktik beragama seperti itu.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar angkat bicara terkait viralnya pelaksanaan salat Id di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Sabtu (22/4/2023) lalu. MUI menilai, pelaksanaan salat Id di Ponpes Al-Zaytun berbeda dengan yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rafani Achyar mengatakan, perempuan seharusnya ditempatkan di belakang saf laki-laki salat berjemaah dengan pria.
Hal ini bukan berarti tidak menghormati atau memuliakan perempuan, namun hal ini harus dilakukan karena sholat harus berdasarkan contoh-contoh Rasul.